24.3 C
Magelang
Sunday, 10 December 2023

Wonosobo Bersihkan “Kakus Helikopter”

RADARMAGELANG.COM, Wonosobo – Beberapa desa di Wonosobo tengah berlomba untuk memenuhi target menyelesaikan persoalan Buang Air Sembarangan. Di beberapa lokasi pembongkaran jamban di atas kolam alias “kakus helikopter” mulai gencar dilakukan. Hal itu dilakukan setelah Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menginginkan seluruh desa di Kabupaten Wonosobo pada September mendatang bisa menyelesaikan Open Defecation Free (ODF).

Bupati meminta seluruh unsur, mulai perangkat desa, kecamatan, kepolisian dan TNI ikut terlibat dalam menyelesaikan masalah tersebut. “Saya juga akan turun ke desa-desa untuk melihat bagaimana kondisinya. Apakah masih ada jamban tidak sehat di lingkungan masyarakat kita. Kalau ada, saya minta itu dibongkar,” tegasnya kepada RADARMAGELANG.COM.

Saat bupati datang ke Desa Adiwarno, Kecamatan Selomerto beberapa waktu lalu, ia melihat masih ada jamban berdiri di atas kolam ikan. Ia pun langsung meminta kepada kepala desa untuk segera membongkarnya. “Pak kades, ini tugas sampeyan. Jamban-jamban yang masih ada di atas kolam harus bisa dibersihkan,” katanya.

Kades Adiwarno Tulus Siswanto berjanji jika pembongkaran jamban terbuka di beberapa titik akan tuntas pada Juni ini. Saat ini, pihaknya telah memetakan berbagai titik yang masih terdapat jamban terbuka yang rencananya akan dibongkar.

“Kami sosialisasi terus kepada warga, mengedukasi warga tentang pentingnya ODF. Targetnya bulan ini Insya’Allah pembongkaran kakus helikopter akan selesai,” ucapnya.

Selain di Desa Adiwarno, pihak Kelurahan Mlipak, Kecamatan Wonosobo juga telah melakukan pembongkaran jamban di atas kolam. Bersama warga, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas turun langsung untuk sama-sama mengawal pembongkaran jamban itu.

 

Babinsa Mlipak Kopda Setiawan saat melaksanakan sosialisasi dan pembongkaran kakus helikopter menyampaikan bahwa Pemkab Wonosobo sedang mempunyai program pada 2024 Kabupaten Wonosobo harus sudah ODF. Untuk itu, pihaknya bergerak bersama menyelesaikan jamban komunal ini.

“Jamban di atas kolam milik warga yang dibongkar ini akan diganti dengan jamban komunal,” katanya. (git/aro)

 

RADARMAGELANG.COM, Wonosobo – Beberapa desa di Wonosobo tengah berlomba untuk memenuhi target menyelesaikan persoalan Buang Air Sembarangan. Di beberapa lokasi pembongkaran jamban di atas kolam alias “kakus helikopter” mulai gencar dilakukan. Hal itu dilakukan setelah Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menginginkan seluruh desa di Kabupaten Wonosobo pada September mendatang bisa menyelesaikan Open Defecation Free (ODF).

Bupati meminta seluruh unsur, mulai perangkat desa, kecamatan, kepolisian dan TNI ikut terlibat dalam menyelesaikan masalah tersebut. “Saya juga akan turun ke desa-desa untuk melihat bagaimana kondisinya. Apakah masih ada jamban tidak sehat di lingkungan masyarakat kita. Kalau ada, saya minta itu dibongkar,” tegasnya kepada RADARMAGELANG.COM.

Saat bupati datang ke Desa Adiwarno, Kecamatan Selomerto beberapa waktu lalu, ia melihat masih ada jamban berdiri di atas kolam ikan. Ia pun langsung meminta kepada kepala desa untuk segera membongkarnya. “Pak kades, ini tugas sampeyan. Jamban-jamban yang masih ada di atas kolam harus bisa dibersihkan,” katanya.

Kades Adiwarno Tulus Siswanto berjanji jika pembongkaran jamban terbuka di beberapa titik akan tuntas pada Juni ini. Saat ini, pihaknya telah memetakan berbagai titik yang masih terdapat jamban terbuka yang rencananya akan dibongkar.

“Kami sosialisasi terus kepada warga, mengedukasi warga tentang pentingnya ODF. Targetnya bulan ini Insya’Allah pembongkaran kakus helikopter akan selesai,” ucapnya.

Selain di Desa Adiwarno, pihak Kelurahan Mlipak, Kecamatan Wonosobo juga telah melakukan pembongkaran jamban di atas kolam. Bersama warga, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas turun langsung untuk sama-sama mengawal pembongkaran jamban itu.

 

Babinsa Mlipak Kopda Setiawan saat melaksanakan sosialisasi dan pembongkaran kakus helikopter menyampaikan bahwa Pemkab Wonosobo sedang mempunyai program pada 2024 Kabupaten Wonosobo harus sudah ODF. Untuk itu, pihaknya bergerak bersama menyelesaikan jamban komunal ini.

“Jamban di atas kolam milik warga yang dibongkar ini akan diganti dengan jamban komunal,” katanya. (git/aro)

 

Artikel Terkait

POPULER

TERBARU

Enable Notifications OK No thanks