23.2 C
Magelang
Saturday, 9 December 2023

Anggaran Kurang, Pangkas Sejumlah Kegiatan PKKMB

Radarmagelang,id, WONOSOBO– Panitia Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unsiq Wonosobo menyayangkan tidak adanya transparansi anggaran dari kampus.

Presiden mahasiswa Universitas Sains Al-Qur’an (Unsiq) M. Dimas Aji menuturkan, PKKMB tahun ini hanya diberikan anggaran Rp 70 juta. Jumlah peserta PKKMB kurang lebih 1050. Menurutnya, anggaran tersebut masih kurang dari rencana anggaran belanja (RAB) yang mereka ajukan. Sehingga, menyebabkan beberapa hal harus dipangkas. Seperti, tidak ada inagurasi, guestar, bahkan konsumsi panitia sehari hanya dianggarkan satu kali untuk siang.

“Sedangkan kebutuhan panitia untuk lembur mempersiapkan acara hari berikutnya dan lainnya bisa sampai malam,” tuturnya kepada RADARMAGELANG.COM, Minggu (18/9/2022).

Dia mengatakan, pihak kampus hanya memaparkan bahwa anggaran turun dari yayasan melalui proposal. Namun tidak dijelaskan budget Rp 70 juta atas dasar apa. Padahal, biaya registrasi atau daftar ulang mahasiswa baru secara total mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. RAB dari panitia unsur mahasiswa sudah menganggarkan sesuai kebutuhan, namun dari pihak bendahara dosen atau kampus menentukan secara sepihak.

“Bendahara dosen tidak melihat anggaran berdasarkan kebutuhan. Cukup tidak cukup langsung dianggarkan hanya Rp 70 juta. Hingga H-1 pelaksanaan PKKMB, panitia kegiatan dari unsur mahasiswa tidak diberi penjelasan terkait berapa biaya tiap mahasiswa baru untuk PKKMB. Bahkan, negosiasi tidak diberikan,” ungkapnya.

Selain itu, lokasi sekitar PKKMB, hingga kemarin belum steril dari bus-bus pariwisata. Hal ini sangat disayangkan karena dapat mengganggu proses PKKMB. Namun, panitia dari unsur mahasiswa berpegang berdasar hasil rapat, dimana pihak rektorat akan mensterilkan bus-bus pariwisata yang transit di sekitaran lokasi PKKMB pada hari pelaksanaan. “Fungsi prioritas fasilitas kampus adalah untuk belajar, bukan sebagai lahan bisnis. Harusnya rektorat bisa tegas dalam hal ini,” ujarnya.

Panitia dari unsur mahasiswa Chairul Rizki menambahkan, dari rapat 1 ke rapat berikutnya ada keputusan-keputusan yang berbeda dari pihak rektorat. Sehingga membingungkan panitia dari unsur mahasiswa. “Kami juga menyayangkan hari ke 3 dan 4 gor digunakan untuk kontes ikan. Sehingga panitia harus mempersiapkan 2 tempat dan harus kerja 2 kali. Padahal, harusnya kegiatan mahasiswa lebih diprioritaskan dibanding pihak luar. Jadwal PKKMB juga ditentukan dari pihak rektorat,” tutupnya.

Sementara itu, Rektor Unsiq belum memberikan keterangan saat dihubungi melalui WhatsApp. (din/lis)

 

Radarmagelang,id, WONOSOBO– Panitia Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unsiq Wonosobo menyayangkan tidak adanya transparansi anggaran dari kampus.

Presiden mahasiswa Universitas Sains Al-Qur’an (Unsiq) M. Dimas Aji menuturkan, PKKMB tahun ini hanya diberikan anggaran Rp 70 juta. Jumlah peserta PKKMB kurang lebih 1050. Menurutnya, anggaran tersebut masih kurang dari rencana anggaran belanja (RAB) yang mereka ajukan. Sehingga, menyebabkan beberapa hal harus dipangkas. Seperti, tidak ada inagurasi, guestar, bahkan konsumsi panitia sehari hanya dianggarkan satu kali untuk siang.

“Sedangkan kebutuhan panitia untuk lembur mempersiapkan acara hari berikutnya dan lainnya bisa sampai malam,” tuturnya kepada RADARMAGELANG.COM, Minggu (18/9/2022).

Dia mengatakan, pihak kampus hanya memaparkan bahwa anggaran turun dari yayasan melalui proposal. Namun tidak dijelaskan budget Rp 70 juta atas dasar apa. Padahal, biaya registrasi atau daftar ulang mahasiswa baru secara total mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. RAB dari panitia unsur mahasiswa sudah menganggarkan sesuai kebutuhan, namun dari pihak bendahara dosen atau kampus menentukan secara sepihak.

“Bendahara dosen tidak melihat anggaran berdasarkan kebutuhan. Cukup tidak cukup langsung dianggarkan hanya Rp 70 juta. Hingga H-1 pelaksanaan PKKMB, panitia kegiatan dari unsur mahasiswa tidak diberi penjelasan terkait berapa biaya tiap mahasiswa baru untuk PKKMB. Bahkan, negosiasi tidak diberikan,” ungkapnya.

Selain itu, lokasi sekitar PKKMB, hingga kemarin belum steril dari bus-bus pariwisata. Hal ini sangat disayangkan karena dapat mengganggu proses PKKMB. Namun, panitia dari unsur mahasiswa berpegang berdasar hasil rapat, dimana pihak rektorat akan mensterilkan bus-bus pariwisata yang transit di sekitaran lokasi PKKMB pada hari pelaksanaan. “Fungsi prioritas fasilitas kampus adalah untuk belajar, bukan sebagai lahan bisnis. Harusnya rektorat bisa tegas dalam hal ini,” ujarnya.

Panitia dari unsur mahasiswa Chairul Rizki menambahkan, dari rapat 1 ke rapat berikutnya ada keputusan-keputusan yang berbeda dari pihak rektorat. Sehingga membingungkan panitia dari unsur mahasiswa. “Kami juga menyayangkan hari ke 3 dan 4 gor digunakan untuk kontes ikan. Sehingga panitia harus mempersiapkan 2 tempat dan harus kerja 2 kali. Padahal, harusnya kegiatan mahasiswa lebih diprioritaskan dibanding pihak luar. Jadwal PKKMB juga ditentukan dari pihak rektorat,” tutupnya.

Sementara itu, Rektor Unsiq belum memberikan keterangan saat dihubungi melalui WhatsApp. (din/lis)

 

Artikel Terkait

POPULER

TERBARU

Enable Notifications OK No thanks