23.2 C
Magelang
Saturday, 9 December 2023

Olah Sampah Menjadi Barang Bernilai

RADARMAGELANG.COM, Temanggung – Siswa-siswi SD Negeri Langgeng menampilkan fashion show dengan kostum dari sampah anorganik. Mereka percaya diri berlenggak-lenggok di atas panggung. Warna-warni kostum yang menyolok tidak menampakkan bila itu terbuat dari sampah. Selain fashion show, juga ditampilkan tari pelajaran Pancasila dan wonderland. Kegiatan itu dikemas dalam ajang apresiasi merdeka belajar. Orang tua, guru dan masyarakat setempat antusias menyaksikan penampilan para siswa.

Dalam tari wonderland, siswa mengenakan kostum beragam suku di Indonesia sebagai simbol persatuan. Di ujung penampilan, mereka membawa bendera merah putih dan mengibarkannya serentak. Lantas disambut tepuk tangan meriah dari penonton.

Kepala SD Langgeng, Hindun Dwi Indriani mengatakan, ajang ini adalah upaya memberikan apresiasi bagi siswa. Sekolah mencanangkan gaya hidup berkelanjutan. Hal itu berawal dari masalah banyaknya sampah yang belum dikelola. “Salah satu hasil dari olah sampah unggulan adalah kain dengan proses celup, ikat, godokan sampah. Atau biasa kita brand dengan The Celigos. Kemudian mengolah sampah anorganik seperti plastik untuk fashion show baju-baju kreasi,” katanya kepada RADARMAGELANG.COM, Rabu (21/6). Para guru menggunakan kain hasil olahan karya siswa kelas 4 tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Temanggung Agus Sujarwo menjelaskan, tema dari projek ini sesuai dengan program prioritas Kabupaten Temanggung. Yakni, kabupaten mencanangkan bebas sampah.

“Perilaku masyarakat tentang sampah masih belum terdidik. Nah, ini sebuah proses edukasi mulai dari anak-anak. Semoga kesadaran anak-anak mengolah sampah bisa menular kepada orang tua. Jadi sekarang agak kebalik, bukan orang tua yang mengajari anak, tetapi anak yang mengajari orang tua,” jelasnya. (din/lis)

RADARMAGELANG.COM, Temanggung – Siswa-siswi SD Negeri Langgeng menampilkan fashion show dengan kostum dari sampah anorganik. Mereka percaya diri berlenggak-lenggok di atas panggung. Warna-warni kostum yang menyolok tidak menampakkan bila itu terbuat dari sampah. Selain fashion show, juga ditampilkan tari pelajaran Pancasila dan wonderland. Kegiatan itu dikemas dalam ajang apresiasi merdeka belajar. Orang tua, guru dan masyarakat setempat antusias menyaksikan penampilan para siswa.

Dalam tari wonderland, siswa mengenakan kostum beragam suku di Indonesia sebagai simbol persatuan. Di ujung penampilan, mereka membawa bendera merah putih dan mengibarkannya serentak. Lantas disambut tepuk tangan meriah dari penonton.

Kepala SD Langgeng, Hindun Dwi Indriani mengatakan, ajang ini adalah upaya memberikan apresiasi bagi siswa. Sekolah mencanangkan gaya hidup berkelanjutan. Hal itu berawal dari masalah banyaknya sampah yang belum dikelola. “Salah satu hasil dari olah sampah unggulan adalah kain dengan proses celup, ikat, godokan sampah. Atau biasa kita brand dengan The Celigos. Kemudian mengolah sampah anorganik seperti plastik untuk fashion show baju-baju kreasi,” katanya kepada RADARMAGELANG.COM, Rabu (21/6). Para guru menggunakan kain hasil olahan karya siswa kelas 4 tersebut.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Temanggung Agus Sujarwo menjelaskan, tema dari projek ini sesuai dengan program prioritas Kabupaten Temanggung. Yakni, kabupaten mencanangkan bebas sampah.

“Perilaku masyarakat tentang sampah masih belum terdidik. Nah, ini sebuah proses edukasi mulai dari anak-anak. Semoga kesadaran anak-anak mengolah sampah bisa menular kepada orang tua. Jadi sekarang agak kebalik, bukan orang tua yang mengajari anak, tetapi anak yang mengajari orang tua,” jelasnya. (din/lis)

Artikel Terkait

POPULER

TERBARU

Enable Notifications OK No thanks