23.2 C
Magelang
Saturday, 9 December 2023

Diterjang Puting Beliung, Gedung Ponpes Tanpo Aran Ambruk

RADARMAGELANG.COM, Temanggung– Gedung milik Pondok Pesantren Tanpo Aran di Dusun Sawahan, Desa Mojotengah, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung roboh setelah diterjang angin puting beliung, Selasa (28/2) sore. Angin puting beliung juga menerjang sejumlah titik di beberapa kecamatan di Temanggung.

Kondisi bangunan semi permanen pondok pesantren tersebut roboh setelah diterjang angin puting beliung. Bangunan yang terbuat dari kayu atau bambu itu rata dengan tanah. Santri, warga, tim relawan BPBD melakukan kerja bakti membersihkan puing-puing bangunan yang roboh tersebut, Rabu (1/3) siang. Bangunan tersebut tidak bisa dihuni kembali. Biasanya, santri  menggunakan bangunan untuk aula sebagai sarana ibadah dan ruang tidur santri putra.

Pengurus pondok Ahmad Nasikhun mengatakan, pada saat kejadian para santri berhasil menyelamatkam diri sehingga tidak menimbulkan korban. Awalnya, dari arah barat terdengar suara angin kencang seperti sepeda balap. Sampah-sampah terlihat sudah naik berterbangan ke arah pondok. Saat kejadian, santri hendak sholat berjamaah. Sebagian santri bahkan berada di gedung yang ambruk tersebut. Sementara sebagian lain di gedung lainnya.

“Alhamdulillah semuanya sehat. Tidak ada yang luka. Mereka langsung berlarian keluar. Sementara ini kegiatan belajar santri akan dialihkan ke gedung lainnya,” katanya kepada RADARMAGELANG.COM, Rabu (1/3) siang.
Dari data yang dirilis BPBD Temanggung, bencana angin putting beliung melanda di 5 kecamatan. Sebanyak 32 rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan pada bagian atap, dan 5 rumah mengalami rusak berat.

Kasi Penanganan Darurat dan Logistik BPBD Kabupaten Temanggung Priyo Harjanto mengatakan, kejadian angin puting beliung disertai hujan deras terjadi di Kecamatan Kedu, Bulu, Parakan, Kandangan dan Temanggung. Di Kecamatan Kedu, 2 rumah rusak berat, di Desa Wadas 3 rumah juga rusak berat. Sedangkan di Ponpes Tanpo Aran, ruang kamar santri dan aula yang biasa digunakan mengaji tidak bisa digunakan lagi, karena bangunan rata dengan tanah.

“Petugas dari BPBD dibantu relawan dan warga langsung melakukan penanganan terhadap rumah warga yang rusak diterjang angin puting beliung,” katanya.
BPBD juga melakukan pendataan kerusakan bangunan untuk nantinya diberikan bantuan berupa bahan bangunan. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana angin puting beliung, banjir dan longsor agar meningkatkan kewapadaan. Jika terjadi hujan dengan durasi panjang agar mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Berdasarkan prakiraan dari BMKG, wilayah Jawa Tengah ini masih dilanda cuaca ektrem. Untuk itu, BPBD Temanggung mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terlebih saat hujan turun disertai angin kencang agar berada di luar rumah atau mengungsi ke tempat yang lebih aman,” imbaunya. (din/lis)

 

RADARMAGELANG.COM, Temanggung– Gedung milik Pondok Pesantren Tanpo Aran di Dusun Sawahan, Desa Mojotengah, Kecamatan Kedu, Kabupaten Temanggung roboh setelah diterjang angin puting beliung, Selasa (28/2) sore. Angin puting beliung juga menerjang sejumlah titik di beberapa kecamatan di Temanggung.

Kondisi bangunan semi permanen pondok pesantren tersebut roboh setelah diterjang angin puting beliung. Bangunan yang terbuat dari kayu atau bambu itu rata dengan tanah. Santri, warga, tim relawan BPBD melakukan kerja bakti membersihkan puing-puing bangunan yang roboh tersebut, Rabu (1/3) siang. Bangunan tersebut tidak bisa dihuni kembali. Biasanya, santri  menggunakan bangunan untuk aula sebagai sarana ibadah dan ruang tidur santri putra.

Pengurus pondok Ahmad Nasikhun mengatakan, pada saat kejadian para santri berhasil menyelamatkam diri sehingga tidak menimbulkan korban. Awalnya, dari arah barat terdengar suara angin kencang seperti sepeda balap. Sampah-sampah terlihat sudah naik berterbangan ke arah pondok. Saat kejadian, santri hendak sholat berjamaah. Sebagian santri bahkan berada di gedung yang ambruk tersebut. Sementara sebagian lain di gedung lainnya.

“Alhamdulillah semuanya sehat. Tidak ada yang luka. Mereka langsung berlarian keluar. Sementara ini kegiatan belajar santri akan dialihkan ke gedung lainnya,” katanya kepada RADARMAGELANG.COM, Rabu (1/3) siang.
Dari data yang dirilis BPBD Temanggung, bencana angin putting beliung melanda di 5 kecamatan. Sebanyak 32 rumah dilaporkan mengalami kerusakan ringan pada bagian atap, dan 5 rumah mengalami rusak berat.

Kasi Penanganan Darurat dan Logistik BPBD Kabupaten Temanggung Priyo Harjanto mengatakan, kejadian angin puting beliung disertai hujan deras terjadi di Kecamatan Kedu, Bulu, Parakan, Kandangan dan Temanggung. Di Kecamatan Kedu, 2 rumah rusak berat, di Desa Wadas 3 rumah juga rusak berat. Sedangkan di Ponpes Tanpo Aran, ruang kamar santri dan aula yang biasa digunakan mengaji tidak bisa digunakan lagi, karena bangunan rata dengan tanah.

“Petugas dari BPBD dibantu relawan dan warga langsung melakukan penanganan terhadap rumah warga yang rusak diterjang angin puting beliung,” katanya.
BPBD juga melakukan pendataan kerusakan bangunan untuk nantinya diberikan bantuan berupa bahan bangunan. Pihaknya mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di daerah rawan bencana angin puting beliung, banjir dan longsor agar meningkatkan kewapadaan. Jika terjadi hujan dengan durasi panjang agar mengungsi ke tempat yang lebih aman.

“Berdasarkan prakiraan dari BMKG, wilayah Jawa Tengah ini masih dilanda cuaca ektrem. Untuk itu, BPBD Temanggung mengimbau kepada masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan, terlebih saat hujan turun disertai angin kencang agar berada di luar rumah atau mengungsi ke tempat yang lebih aman,” imbaunya. (din/lis)

 

Artikel Terkait

POPULER

TERBARU

Enable Notifications OK No thanks