23.2 C
Magelang
Saturday, 9 December 2023

Beli Tanah Rp 23 Juta, Dapat Ganti Untung Proyek Tol Rp 800 Juta

RADARMAGELANG.COM, Mungkid Berawal dari membeli bidang tanah pasca erupsi Gunung Merapi tahun 2010 silam, Muhammad Habib Shaleh warga Kabupaten Magelang mendadak jadi jutawan. Habib mendapatkan kompensasi setelah tanah sawahnya tergusur proyek jalan tol Jogjakarta-Bawen.

Habib –sapaan akrabnya- mengatakan beli tanah di Desa Blongkeng, Kabupaten Magelang sekitar tahun 2013 atau 2014 pasca erupsi Gunung Merapi. Waktu itu ada orang yang ingin menjual tanahnya, karena terdampak erupsi Gunung Merapi. Meskipun sudah ditawarkan murah, belum ada yang membeli.

“Dulu orang tersebut meminta di harga Rp 5 juta. Ternyata tidak ada yang membeli. Terakhir ada penawar paling tinggi Rp 3 juta. Setelah itu saya mengajukan penawaran Rp 3,5 juta. Setelah deal, pemilik tanah malah mengembalikan ke saya Rp 500.000,” jelasnya kepada wartawan usai menerima uang ganti kerugian (UGK) di Balai Desa Blongkeng, Selasa (11/4).

Waktu membeli ia memberikan penawaran kepada pemilik agar menggarap tanah dan memanfaatkan selama hidupnya.

“Jadi selama saya membeli tanah tersebut, saya tidak pernah menggarap sawah tersebut. Dan tidak pernah mengambil hasil dari tanah tersebut. Saya hanya membeli hak tanahnya. Semuanya saya kembalikan ke pemilik tanah tersebut untuk dirawat,” terangnya.

Setelah mendapatkan informasi tanah terkena proyek jalan tol Jogjakarta-Bawen, ia berupaya mencari tanah pengganti, yang bisa digarap oleh pemilik tanah tersebut. “Namun Allah berkehendak lain, pemilik tanah sawah yang saya beli tersebut meninggal dunia. Baru satu tahun ini,” ungkapnya.

Habib juga memiliki tanah lain seharga Rp 20 juta. Jadi total luas tanah yang dimiliki 794 meter persegi. Masing-masing berukuran kecil. “Total saya membeli tanah itu Rp 23 juta. Dan dari ketiga bidang tanah tersebut, yang satu (Rp 3 juta) saya hanya membeli haknya saja,” pungkasnya.

Dari ketiga bidang yang terkena proyek jalan tol, Habib mendapatkan uang Rp 809.830.400. “Jadi masing-masing tanah ada yang mendapatkan Rp 282 juta, Rp 150 juta, dan Rp 376 juta. Puji syukur, dan rencana uang ini akan saya manfaatkan untuk beli tanah lagi,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Magelang Ahmad Yani mengatakan, di Desa Blongkeng dari total 157 bidang, yang sudah disetujui dari LMAN ada 68 bidang. “Dengan total nilai UGK yang diberikan saat ini Rp 44.765.235.400, dan luas total 34.415 meter persegi,” ujarnya. (rfk/lis)

RADARMAGELANG.COM, Mungkid Berawal dari membeli bidang tanah pasca erupsi Gunung Merapi tahun 2010 silam, Muhammad Habib Shaleh warga Kabupaten Magelang mendadak jadi jutawan. Habib mendapatkan kompensasi setelah tanah sawahnya tergusur proyek jalan tol Jogjakarta-Bawen.

Habib –sapaan akrabnya- mengatakan beli tanah di Desa Blongkeng, Kabupaten Magelang sekitar tahun 2013 atau 2014 pasca erupsi Gunung Merapi. Waktu itu ada orang yang ingin menjual tanahnya, karena terdampak erupsi Gunung Merapi. Meskipun sudah ditawarkan murah, belum ada yang membeli.

“Dulu orang tersebut meminta di harga Rp 5 juta. Ternyata tidak ada yang membeli. Terakhir ada penawar paling tinggi Rp 3 juta. Setelah itu saya mengajukan penawaran Rp 3,5 juta. Setelah deal, pemilik tanah malah mengembalikan ke saya Rp 500.000,” jelasnya kepada wartawan usai menerima uang ganti kerugian (UGK) di Balai Desa Blongkeng, Selasa (11/4).

Waktu membeli ia memberikan penawaran kepada pemilik agar menggarap tanah dan memanfaatkan selama hidupnya.

“Jadi selama saya membeli tanah tersebut, saya tidak pernah menggarap sawah tersebut. Dan tidak pernah mengambil hasil dari tanah tersebut. Saya hanya membeli hak tanahnya. Semuanya saya kembalikan ke pemilik tanah tersebut untuk dirawat,” terangnya.

Setelah mendapatkan informasi tanah terkena proyek jalan tol Jogjakarta-Bawen, ia berupaya mencari tanah pengganti, yang bisa digarap oleh pemilik tanah tersebut. “Namun Allah berkehendak lain, pemilik tanah sawah yang saya beli tersebut meninggal dunia. Baru satu tahun ini,” ungkapnya.

Habib juga memiliki tanah lain seharga Rp 20 juta. Jadi total luas tanah yang dimiliki 794 meter persegi. Masing-masing berukuran kecil. “Total saya membeli tanah itu Rp 23 juta. Dan dari ketiga bidang tanah tersebut, yang satu (Rp 3 juta) saya hanya membeli haknya saja,” pungkasnya.

Dari ketiga bidang yang terkena proyek jalan tol, Habib mendapatkan uang Rp 809.830.400. “Jadi masing-masing tanah ada yang mendapatkan Rp 282 juta, Rp 150 juta, dan Rp 376 juta. Puji syukur, dan rencana uang ini akan saya manfaatkan untuk beli tanah lagi,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Magelang Ahmad Yani mengatakan, di Desa Blongkeng dari total 157 bidang, yang sudah disetujui dari LMAN ada 68 bidang. “Dengan total nilai UGK yang diberikan saat ini Rp 44.765.235.400, dan luas total 34.415 meter persegi,” ujarnya. (rfk/lis)

Artikel Terkait

POPULER

TERBARU

Enable Notifications OK No thanks