23.2 C
Magelang
Saturday, 9 December 2023

Target Meleset, Wisatawan Hanya 1,49 Juta

RADARMAGELANG.COM, Mungkid – Kunjungan wisatawan ke Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) di tahun 2022, belum mencapai target, sebanyak 1,6 juta pengunjung. Baik pengunjung asing maupun domestik. Beberapa faktor menjadi penyebab belum tercapainya target kunjungan ke TWCB tahun 2022 tersebut.

General Manager (GM) Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) Jamaludin Mawardi mengatakan, hingga akhir Desember 2022, dari target 1,6 juta wisatawan hanya tercapai 1,49 juta wisatawan. Masih kurang sekitar delapan persen. “Jadi kami masih belum bisa mencapai 100 persen target yang dibebankan,” ungkapnya kepada wartawan.

Tidak tercapainya target di tahun 2022 lalu, salah satunya menurut dia adanya isu kenaikan harga tiket masuk Candi Borobudur yang mencapai Rp 750.000 per orang dan ini menjadi polemik di masyarakat.

“Stigma harga tiket masuk ke Candi Borobudur yang mahal sebesar Rp 750.000 per orang tersebut, ternyata masih dipersepsi oleh wisatawan. Sedangkan, kenyataan di lapangan tidak ada kenaikan tiket harga masuk,” terangnya.

Selain itu, kata dia, larangan naik ke Candi Borobudur juga menyebabkan menurunnya minat wisatawan. Jamaludin mengatakan, kunjungan tertinggi di Candi Borobudur di angka 9.000 sampai 10.000. “Tertinggi puncaknya hanya di 11.000 pada waktu libur Natal dan tahun baru kemarin 27 Desember 2022. Angka ini jauh dari yang kita targetkan, yakni peak-nya itu di angka 24 ribu wisatawan,” ucapnya.

Sementara itu, di tahun 2023 ini target kunjungan di angka 2,2 juta. Baik wisatawan lokal maupun asing. Dengan target ini, diharapkan pada 2023 sudah ada izin naik ke tubuh bangunan Candi Borobudur. Hal ini akan menambah daya pikat wisatawan ke Borobudur. “Kita juga akan meningkatkan berbagai promosi dan berkolaborasi dengan berbagai stakeholder baik daerah hingga kementerian,” ujarnya. (rfk/lis)

 

RADARMAGELANG.COM, Mungkid – Kunjungan wisatawan ke Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) di tahun 2022, belum mencapai target, sebanyak 1,6 juta pengunjung. Baik pengunjung asing maupun domestik. Beberapa faktor menjadi penyebab belum tercapainya target kunjungan ke TWCB tahun 2022 tersebut.

General Manager (GM) Taman Wisata Candi Borobudur (TWCB) Jamaludin Mawardi mengatakan, hingga akhir Desember 2022, dari target 1,6 juta wisatawan hanya tercapai 1,49 juta wisatawan. Masih kurang sekitar delapan persen. “Jadi kami masih belum bisa mencapai 100 persen target yang dibebankan,” ungkapnya kepada wartawan.

Tidak tercapainya target di tahun 2022 lalu, salah satunya menurut dia adanya isu kenaikan harga tiket masuk Candi Borobudur yang mencapai Rp 750.000 per orang dan ini menjadi polemik di masyarakat.

“Stigma harga tiket masuk ke Candi Borobudur yang mahal sebesar Rp 750.000 per orang tersebut, ternyata masih dipersepsi oleh wisatawan. Sedangkan, kenyataan di lapangan tidak ada kenaikan tiket harga masuk,” terangnya.

Selain itu, kata dia, larangan naik ke Candi Borobudur juga menyebabkan menurunnya minat wisatawan. Jamaludin mengatakan, kunjungan tertinggi di Candi Borobudur di angka 9.000 sampai 10.000. “Tertinggi puncaknya hanya di 11.000 pada waktu libur Natal dan tahun baru kemarin 27 Desember 2022. Angka ini jauh dari yang kita targetkan, yakni peak-nya itu di angka 24 ribu wisatawan,” ucapnya.

Sementara itu, di tahun 2023 ini target kunjungan di angka 2,2 juta. Baik wisatawan lokal maupun asing. Dengan target ini, diharapkan pada 2023 sudah ada izin naik ke tubuh bangunan Candi Borobudur. Hal ini akan menambah daya pikat wisatawan ke Borobudur. “Kita juga akan meningkatkan berbagai promosi dan berkolaborasi dengan berbagai stakeholder baik daerah hingga kementerian,” ujarnya. (rfk/lis)

 

Artikel Terkait

POPULER

TERBARU

Enable Notifications OK No thanks