22.9 C
Magelang
Saturday, 9 December 2023

Menu Olahan Ikan untuk Atasi Stunting

RADARMAGELANG.COM, Magelang – Sebanyak 474 balita di Kota Magelang diketahui stunting. Temuan itu berdasarkan hasil penimbangan serentak pada Agustus 2022 lalu. Kejadian ini pun menjadi perhatian serius Pemkot Magelang. Karena itu, puluhan ibu-ibu dilatih membuat inovasi olahan pangan hewani, terutama dari bahan baku ikan.

Sekretaris Dinas  Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang Agung Widhiantoro mengatakan, kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas keterampilan dan pengetahuan peserta dalam mengolah ikan menjadi menu makanan tertentu, seperti tofu dan abon. Namun ada keberlanjutan untuk menjadi wirausaha baru dan mendukung program Magelang Keren (Kelurahan Entrepreneurship Center).

“Kita tidak berhenti pada diversifikasi olahan pangan ikan saja, tapi setelah gizi anak terpenuhi, ibu-ibu bisa membuat produk untuk dijual dan membantu perekonomian keluarga,” katanya, di Pendopo Pengabdian Wali Kota Magelang, Senin (19/6).

Sub Koordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang Heniyuniarti menjelaskan, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Biasanya ditandai dengan panjang atau tinggi badan berada di bawah standar. Proses stunting sudah dimulai sejak 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Karena itu, pemenuhan gizi untuk anak sangat penting, guna mencegah terjadinya stunting. Zat gizi ini bisa bersumber dari protein hewani yang didapatkan dari ikan. “Selain ikan, minimal anak balita mengkonsumsi satu telur setiap hari,” ujarnya.

Pencegahan stunting juga perlu memerhatikan 4 asupan kunci untuk kecukupan gizi. Mulai dari inisiasi menyusui dini (IMD) setelah bayi lahir, memberikan ASI eksklusif sampai  6 bulan, memberikan makanan pendamping ASI mulai dari usia 6 bulan, dan melanjutkan ASI hingga 2 tahun. Tidak kalah penting, orang tua harus menjaga kebersihan lingkungan dan senantiasa memantau tumbuh kembang anak. Supaya angka stunting bisa dicegah.  Sampai saat ini, Dinkes mengindikasi ada sembilan lokus stunting pada tahun 2023. Meliputi Kemirirejo, Kedungsari, Wates, Kramat Selatan, Cacaban, Potrobangsan, Jurangombo Selatan, Tidar Utara, dan Rejowinangun Selatan.

Menurutnya, anak-anak yang sudah terdiagnosis gizi stunting maka perlu ditingkatkan konsumsi protein. Anak-anak juga perlu mendapatkan stimulasi otak dengan beberapa permainan dan pengenalan musik. Kemudian stimulasi fisik anak dengan gerak yang terstruktur.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Magelang Niken Ichatiaty menambahkan, PKK Kota Magelang berkomitmen menurunkan angka stunting di Kota Magelang. Target 2024 tidak ada lagi kasus ini. Pihaknya akan terus membuat inovasi kegiatan untuk mendukung penurunan stunting.

Ia menyadari, tantangan terbesar saat ini adalah pola pikir dari  ibu-ibu muda. Di era sekarang, banyak ibu-ibu yang justru menggunakan sebagian uangnya untuk mengejar gaya hidup. Hal ini perlu diluruskan, agar keuangan keluarga itu digunakan benar-benar untuk memenuhi kebutuhan gizi dan tumbuh kembang anak. (put/aro)

 

RADARMAGELANG.COM, Magelang – Sebanyak 474 balita di Kota Magelang diketahui stunting. Temuan itu berdasarkan hasil penimbangan serentak pada Agustus 2022 lalu. Kejadian ini pun menjadi perhatian serius Pemkot Magelang. Karena itu, puluhan ibu-ibu dilatih membuat inovasi olahan pangan hewani, terutama dari bahan baku ikan.

Sekretaris Dinas  Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kota Magelang Agung Widhiantoro mengatakan, kegiatan ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kapasitas keterampilan dan pengetahuan peserta dalam mengolah ikan menjadi menu makanan tertentu, seperti tofu dan abon. Namun ada keberlanjutan untuk menjadi wirausaha baru dan mendukung program Magelang Keren (Kelurahan Entrepreneurship Center).

“Kita tidak berhenti pada diversifikasi olahan pangan ikan saja, tapi setelah gizi anak terpenuhi, ibu-ibu bisa membuat produk untuk dijual dan membantu perekonomian keluarga,” katanya, di Pendopo Pengabdian Wali Kota Magelang, Senin (19/6).

Sub Koordinator Kesehatan Keluarga dan Gizi Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang Heniyuniarti menjelaskan, stunting adalah gangguan pertumbuhan dan perkembangan anak akibat kekurangan gizi kronis dan infeksi berulang. Biasanya ditandai dengan panjang atau tinggi badan berada di bawah standar. Proses stunting sudah dimulai sejak 1000 hari pertama kehidupan (HPK). Karena itu, pemenuhan gizi untuk anak sangat penting, guna mencegah terjadinya stunting. Zat gizi ini bisa bersumber dari protein hewani yang didapatkan dari ikan. “Selain ikan, minimal anak balita mengkonsumsi satu telur setiap hari,” ujarnya.

Pencegahan stunting juga perlu memerhatikan 4 asupan kunci untuk kecukupan gizi. Mulai dari inisiasi menyusui dini (IMD) setelah bayi lahir, memberikan ASI eksklusif sampai  6 bulan, memberikan makanan pendamping ASI mulai dari usia 6 bulan, dan melanjutkan ASI hingga 2 tahun. Tidak kalah penting, orang tua harus menjaga kebersihan lingkungan dan senantiasa memantau tumbuh kembang anak. Supaya angka stunting bisa dicegah.  Sampai saat ini, Dinkes mengindikasi ada sembilan lokus stunting pada tahun 2023. Meliputi Kemirirejo, Kedungsari, Wates, Kramat Selatan, Cacaban, Potrobangsan, Jurangombo Selatan, Tidar Utara, dan Rejowinangun Selatan.

Menurutnya, anak-anak yang sudah terdiagnosis gizi stunting maka perlu ditingkatkan konsumsi protein. Anak-anak juga perlu mendapatkan stimulasi otak dengan beberapa permainan dan pengenalan musik. Kemudian stimulasi fisik anak dengan gerak yang terstruktur.

Ketua Tim Penggerak PKK Kota Magelang Niken Ichatiaty menambahkan, PKK Kota Magelang berkomitmen menurunkan angka stunting di Kota Magelang. Target 2024 tidak ada lagi kasus ini. Pihaknya akan terus membuat inovasi kegiatan untuk mendukung penurunan stunting.

Ia menyadari, tantangan terbesar saat ini adalah pola pikir dari  ibu-ibu muda. Di era sekarang, banyak ibu-ibu yang justru menggunakan sebagian uangnya untuk mengejar gaya hidup. Hal ini perlu diluruskan, agar keuangan keluarga itu digunakan benar-benar untuk memenuhi kebutuhan gizi dan tumbuh kembang anak. (put/aro)

 

Artikel Terkait

POPULER

TERBARU

Enable Notifications OK No thanks