23.2 C
Magelang
Saturday, 9 December 2023

Pekan Ini Pedagang Ngesengan Pindah ke Jalan Sutopo

RADARMAGELANG.COM,  Magelang –Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Magelang mulai melakukan penataan kawasan strategis, di sekitar alun-alun. Kawasan pertokoan Ngesengan di Jalan Tentara Pelajar menjadi lokasi pertama yang akan dibangun dalam waktu dekat ini. Shelter nonpermanen pun selesai dibuat untuk menampung pedagang Ngesengan berjualan sementara di Jalan Sutopo, Kelurahan Cacaban—tak jauh dari kantor Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Magelang MS Kurniawan menyebutkan, shelter penampungan itu sudah bisa ditempati untuk berjualan. Ketika kios-kios pedagang sudah kosong, pihaknya langsung melakukan pembongkaran. Kira-kira dikerjakan awal Juni nanti. Dan pindahan pedagang maksimal pada pekan ini. “Kita targetkan selesai membangun di tahun 2023 ini,” tandas Wawan—sapaan akrabnya, Rabu (24/5).

Wawan menghitung tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikan pembangunan. Kawasan pertokoan Ngesengan hanya dibangun dua lantai senilai Rp 5,5 miliar. Lantai dasar sebagai basement digunakan untuk parkir kendaraan. Sedangkan lantai dua untuk pertokoannya.

“Terkait rencana pembangunan ini, kami juga melakukan izin dan koordinasi dengan Kemenkuham atas arahan dari Polres Magelang Kota, karena bangunan ini bersebelahan dengan Lapas  Kelas IIA Magelang. Akhirnya sudah ada masukan, Kemenkumham sudah ke sini dan memberikan rekomendasi,” ujarnya.

Masukan itu dinilai sangat berarti untuk penyempurnaan bangunan gedung pertokoan Ngesengan. Akhirnya pada gedung lantai dua, salah satu sisi temboknya tertutup. Hal ini menghindari bangunan tersebut menjadi perantara tindakan kejahatan antara pengunjung dengan narapidana. “Takutnya menjadi media komunikasi, misalnya melempar narkoba atau apa,” imbuhnya.

Ia optimistis, pelaksanaan proyek selesai tepat waktu. Mengingat lokasi pembangunan berada di kawasan strategis dan ramai, ia memastikan akan terjadi gangguan lalu lintas. “Mungkin akan terganggu sekitar 3-4 bulan, karena setelah itu finishing,” pungkasnya. (put/lis)

 

RADARMAGELANG.COM,  Magelang –Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Magelang mulai melakukan penataan kawasan strategis, di sekitar alun-alun. Kawasan pertokoan Ngesengan di Jalan Tentara Pelajar menjadi lokasi pertama yang akan dibangun dalam waktu dekat ini. Shelter nonpermanen pun selesai dibuat untuk menampung pedagang Ngesengan berjualan sementara di Jalan Sutopo, Kelurahan Cacaban—tak jauh dari kantor Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar).

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Magelang MS Kurniawan menyebutkan, shelter penampungan itu sudah bisa ditempati untuk berjualan. Ketika kios-kios pedagang sudah kosong, pihaknya langsung melakukan pembongkaran. Kira-kira dikerjakan awal Juni nanti. Dan pindahan pedagang maksimal pada pekan ini. “Kita targetkan selesai membangun di tahun 2023 ini,” tandas Wawan—sapaan akrabnya, Rabu (24/5).

Wawan menghitung tidak butuh waktu lama untuk menyelesaikan pembangunan. Kawasan pertokoan Ngesengan hanya dibangun dua lantai senilai Rp 5,5 miliar. Lantai dasar sebagai basement digunakan untuk parkir kendaraan. Sedangkan lantai dua untuk pertokoannya.

“Terkait rencana pembangunan ini, kami juga melakukan izin dan koordinasi dengan Kemenkuham atas arahan dari Polres Magelang Kota, karena bangunan ini bersebelahan dengan Lapas  Kelas IIA Magelang. Akhirnya sudah ada masukan, Kemenkumham sudah ke sini dan memberikan rekomendasi,” ujarnya.

Masukan itu dinilai sangat berarti untuk penyempurnaan bangunan gedung pertokoan Ngesengan. Akhirnya pada gedung lantai dua, salah satu sisi temboknya tertutup. Hal ini menghindari bangunan tersebut menjadi perantara tindakan kejahatan antara pengunjung dengan narapidana. “Takutnya menjadi media komunikasi, misalnya melempar narkoba atau apa,” imbuhnya.

Ia optimistis, pelaksanaan proyek selesai tepat waktu. Mengingat lokasi pembangunan berada di kawasan strategis dan ramai, ia memastikan akan terjadi gangguan lalu lintas. “Mungkin akan terganggu sekitar 3-4 bulan, karena setelah itu finishing,” pungkasnya. (put/lis)

 

Artikel Terkait

POPULER

TERBARU

Enable Notifications OK No thanks