22.6 C
Magelang
Sunday, 10 December 2023

Satpol : Tertibkan PKL, Bukan Menggusur

RADARMAGELANG.ID,  Magelang – Satpol PP Kota Magelang menargetkan fungsi pedestrian atau trotoar kembali 100 persen. Pihaknya melakukan penertiban kepada pedagang kaki lima (PKL) yang menempati trotoar untuk berjualan dan membiarkan lapak usaha  tetap terpasang  meskipun sudah tutup.

Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah dan Pengembangan Kapasitas Satpol PP Kota Magelang Sigit Budiantoro meluruskan, penertiban yang dilakukannya beberapa hari ini bukan untuk menggusur pedagang. Atau mematikan jalan mereka mencari nafkah. Melainkan penertiban. Tujuannya agar mereka lebih tertib menggunakan fasilitas publik, seperti trotoar. Karena trotoar dibangun untuk memfasilitasi pejalan kaki, agar nyaman dan aman ketika berjalan. “Intinya, mereka (PKL, Red) masih boleh berjualan, tapi bongkar-pasang,” ujarnya, kemarin.

Pihaknya menyadari lahan di Kota Magelang terbatas. Pemkot Magelang juga belum bisa memfasilitasi seluruh PKL untuk berjualan di selter. Karena itu, ada kebijakan khusus. Beberapa trotoar boleh digunakan untuk berjualan, sepanjang tidak mendirikan bangunan permanen dan tidak memenuhi badan trotoar. “Yang nggak boleh adalah meninggalkan barang dan sarana untuk jualan. Kalau sudah selesai jualan, harus diberesin,” pintanya dan mengimbau.

Pihaknya juga memberikan kelonggaran bagi PKL yang memiliki barang-barang cukup berat untuk diangkut pulang ke rumah. Diperbolehkan ditinggal di trotoar, asal ditata rapi, dan tidak menghalang-halangi pejalan kaki.

“Dipinggirkan tidak apa-apa. Tapi kalau trotoarnya sempit, dititipkan di warga sekitar, dengan catatan si pemilik rumah mengizinkan,” pesannya.

Ke depan pihaknya masih akan terus melakukan penertiban. Sedangkan yang sudah ditertibkan adalah PKL di Jalan Singosari, Jalan Sriwijaya, Jalan DI Panjaitan, kawasan Pasar Cacaban, kawasan SMA Negeri 5, area losmenan, Jalan Soekarno Hatta. (put/lis)

RADARMAGELANG.ID,  Magelang – Satpol PP Kota Magelang menargetkan fungsi pedestrian atau trotoar kembali 100 persen. Pihaknya melakukan penertiban kepada pedagang kaki lima (PKL) yang menempati trotoar untuk berjualan dan membiarkan lapak usaha  tetap terpasang  meskipun sudah tutup.

Kepala Bidang Penegakan Perundang-undangan Daerah dan Pengembangan Kapasitas Satpol PP Kota Magelang Sigit Budiantoro meluruskan, penertiban yang dilakukannya beberapa hari ini bukan untuk menggusur pedagang. Atau mematikan jalan mereka mencari nafkah. Melainkan penertiban. Tujuannya agar mereka lebih tertib menggunakan fasilitas publik, seperti trotoar. Karena trotoar dibangun untuk memfasilitasi pejalan kaki, agar nyaman dan aman ketika berjalan. “Intinya, mereka (PKL, Red) masih boleh berjualan, tapi bongkar-pasang,” ujarnya, kemarin.

Pihaknya menyadari lahan di Kota Magelang terbatas. Pemkot Magelang juga belum bisa memfasilitasi seluruh PKL untuk berjualan di selter. Karena itu, ada kebijakan khusus. Beberapa trotoar boleh digunakan untuk berjualan, sepanjang tidak mendirikan bangunan permanen dan tidak memenuhi badan trotoar. “Yang nggak boleh adalah meninggalkan barang dan sarana untuk jualan. Kalau sudah selesai jualan, harus diberesin,” pintanya dan mengimbau.

Pihaknya juga memberikan kelonggaran bagi PKL yang memiliki barang-barang cukup berat untuk diangkut pulang ke rumah. Diperbolehkan ditinggal di trotoar, asal ditata rapi, dan tidak menghalang-halangi pejalan kaki.

“Dipinggirkan tidak apa-apa. Tapi kalau trotoarnya sempit, dititipkan di warga sekitar, dengan catatan si pemilik rumah mengizinkan,” pesannya.

Ke depan pihaknya masih akan terus melakukan penertiban. Sedangkan yang sudah ditertibkan adalah PKL di Jalan Singosari, Jalan Sriwijaya, Jalan DI Panjaitan, kawasan Pasar Cacaban, kawasan SMA Negeri 5, area losmenan, Jalan Soekarno Hatta. (put/lis)

Artikel Terkait

POPULER

TERBARU

Enable Notifications OK No thanks
/