26 C
Magelang
Thursday, 30 November 2023

Terbitkan 3.759 NIB, Sebanyak 78 Persennya Usaha Berisiko Rendah

RADARMAGELANG.COM, Radar Magelang – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Magelang menerbitkan 3.759 Nomor Induk Berusaha (NIB) sampai 31 Desember 2022. Penerimanya baik perorangan maupun badan usaha. Mayoritas usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Plt DPMPTSP Kota Magelang Indah Dwiantari dari penerbitan NIB itu juga diketahui bahwa pesebaran usaha di tiga kecamatan merata. Magelang Utara 29,1 persen, Magelang Tengah 32,3 persen, Magelang Selatan  38,6 persen. Sedangkan berdasarkan tingkat risiko, 78 persennya merupakan usaha dengan tingkat risiko rendah. Lalu 11 persen risiko menengah rendah, 8 persen menengah tinggi, dan 4 persennya berisiko tinggi.

“Angka persentase itu menggambarkan bagaimana kegiatan usaha yang ada di Kota Magelang saat ini,” ujar Indah, pekan lalu.

DPMPTSP juga mengurutkan top 5 klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI) di Kota Magelang. Di urutan teratas, usaha kue basah mendominasi 27,4 persen. Di bawahnya ada usaha dengan produk roti dan kue sebanyak 19,9 persen. Lalu 19,7 persen KBLI perdagangan tradisional eceran berbagai macam barang, yang utamanya makanan, minuman, atau tembakau. Selanjutnya 18,7 persen KBLI rumah makan atau warung makan, dan 14,4 persen merupakan KBLI kedai makanan.

“Sampai saat ini yang paling banyak adalah usaha kue basah,” tandasnya.

Menurut Indah, Kota Magelang sangat proinvestasi. Bahkan usaha-usaha yang dimiliki masyarakat lokal mampu memperkuat kota ini sebagai citra Kota Jasa. Masyarakat lokal turut membangun kotanya. Melihat realisasi investasi tahun 2022 sebesar Rp 823,51 miliar, dapat dilihat 6,80 persen merupakan investasi  penanaman modal asing (PMA) dan 93,20 persen merupakan investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Pemkot Magelang masih terus menawarkan delapan kawasan strategis kepada para pengusaha lokal untuk ikut mengembangkannya. Namun permintaan pemkot, jenis usaha yang dikembangkan harus sesuai dengan aspek penataan ruang kota dan mengacu pada Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pemanfaatan Barang Milik Daerah.

Perempuan yang juga menjabat Sekretaris DPRD Kota Magelang itu merinci, kawasan-kawasan itu meliputi Sidotopo seluas 24.220 meter persegi, Sport Center di blok 3 seluas 4,07 hektare, Kebonpolo (sub terminal angkutan umum) seluas 16.000 meter persegi.

Kemudian kawasan alun-alun ada enam lokasi yang ditawarkan. Yakni penataan kompleks dalam alun-alun, penataan Kampung Kauman, penataan kawasan fasilitas umum dengan bangunan bergaya kolonial modern, serta tiga lokasi di Jalan Pemuda (Pecinan). Area ini ditata sebagai kawasan perdagangan dan jasa, serta sirip-sirip jalannya dengan tema China, Hindis.

Lalu, Taman Kyai Langgeng (TKL) Ecopark seluas 27,5 hektare, dengan prioritas pengembangan investasi berupa area guest house dengan view riverside, area glamping dan camping, area wisata air, serta area Bukit Sokorini.

Sementara di kompleks pertokoan Shopping Center ditawarkan seluas 1.275 meter persegi dengan status lahan HGB. Indah menambahkan, kawasan Kebun Raya Gunung Tidar juga ditawarkan dengan pengembangan investasi seluas 69 hektare di zona C. Zona ini dikembangkan untuk area food court dan tempat parkir, area ruang terbuka hijau, akses tangga, dan gardu pandang, serta area jogging track, kafe, dan selter.

Terakhir adalah kawasan Soekarno-Hatta. Luas lahan yang ditawarkan Pemkot Magelang sekitar 30.000 meter persegi. Bisa dikembangkan untuk kegiatan usaha dan area bisnis seperti industri kuliner, agen penjualan tiket, coffee shop, desa wisata, homestay. (mg8/put/lis)

 

RADARMAGELANG.COM, Radar Magelang – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Magelang menerbitkan 3.759 Nomor Induk Berusaha (NIB) sampai 31 Desember 2022. Penerimanya baik perorangan maupun badan usaha. Mayoritas usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Plt DPMPTSP Kota Magelang Indah Dwiantari dari penerbitan NIB itu juga diketahui bahwa pesebaran usaha di tiga kecamatan merata. Magelang Utara 29,1 persen, Magelang Tengah 32,3 persen, Magelang Selatan  38,6 persen. Sedangkan berdasarkan tingkat risiko, 78 persennya merupakan usaha dengan tingkat risiko rendah. Lalu 11 persen risiko menengah rendah, 8 persen menengah tinggi, dan 4 persennya berisiko tinggi.

“Angka persentase itu menggambarkan bagaimana kegiatan usaha yang ada di Kota Magelang saat ini,” ujar Indah, pekan lalu.

DPMPTSP juga mengurutkan top 5 klasifikasi baku lapangan usaha Indonesia (KBLI) di Kota Magelang. Di urutan teratas, usaha kue basah mendominasi 27,4 persen. Di bawahnya ada usaha dengan produk roti dan kue sebanyak 19,9 persen. Lalu 19,7 persen KBLI perdagangan tradisional eceran berbagai macam barang, yang utamanya makanan, minuman, atau tembakau. Selanjutnya 18,7 persen KBLI rumah makan atau warung makan, dan 14,4 persen merupakan KBLI kedai makanan.

“Sampai saat ini yang paling banyak adalah usaha kue basah,” tandasnya.

Menurut Indah, Kota Magelang sangat proinvestasi. Bahkan usaha-usaha yang dimiliki masyarakat lokal mampu memperkuat kota ini sebagai citra Kota Jasa. Masyarakat lokal turut membangun kotanya. Melihat realisasi investasi tahun 2022 sebesar Rp 823,51 miliar, dapat dilihat 6,80 persen merupakan investasi  penanaman modal asing (PMA) dan 93,20 persen merupakan investasi penanaman modal dalam negeri (PMDN).

Pemkot Magelang masih terus menawarkan delapan kawasan strategis kepada para pengusaha lokal untuk ikut mengembangkannya. Namun permintaan pemkot, jenis usaha yang dikembangkan harus sesuai dengan aspek penataan ruang kota dan mengacu pada Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Pemanfaatan Barang Milik Daerah.

Perempuan yang juga menjabat Sekretaris DPRD Kota Magelang itu merinci, kawasan-kawasan itu meliputi Sidotopo seluas 24.220 meter persegi, Sport Center di blok 3 seluas 4,07 hektare, Kebonpolo (sub terminal angkutan umum) seluas 16.000 meter persegi.

Kemudian kawasan alun-alun ada enam lokasi yang ditawarkan. Yakni penataan kompleks dalam alun-alun, penataan Kampung Kauman, penataan kawasan fasilitas umum dengan bangunan bergaya kolonial modern, serta tiga lokasi di Jalan Pemuda (Pecinan). Area ini ditata sebagai kawasan perdagangan dan jasa, serta sirip-sirip jalannya dengan tema China, Hindis.

Lalu, Taman Kyai Langgeng (TKL) Ecopark seluas 27,5 hektare, dengan prioritas pengembangan investasi berupa area guest house dengan view riverside, area glamping dan camping, area wisata air, serta area Bukit Sokorini.

Sementara di kompleks pertokoan Shopping Center ditawarkan seluas 1.275 meter persegi dengan status lahan HGB. Indah menambahkan, kawasan Kebun Raya Gunung Tidar juga ditawarkan dengan pengembangan investasi seluas 69 hektare di zona C. Zona ini dikembangkan untuk area food court dan tempat parkir, area ruang terbuka hijau, akses tangga, dan gardu pandang, serta area jogging track, kafe, dan selter.

Terakhir adalah kawasan Soekarno-Hatta. Luas lahan yang ditawarkan Pemkot Magelang sekitar 30.000 meter persegi. Bisa dikembangkan untuk kegiatan usaha dan area bisnis seperti industri kuliner, agen penjualan tiket, coffee shop, desa wisata, homestay. (mg8/put/lis)

 

Artikel Terkait

POPULER

TERBARU

Enable Notifications OK No thanks