26 C
Magelang
Thursday, 30 November 2023

Kasus Narkotika Mendominasi Perkara Pidana

RADARMAGELANG.COM,  Magelang – Kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika menempati ranking pertama dalam sidang perkara di Pengadilan Negeri Magelang. Kasus tersebut meningkat dan mendominasi perkara pidana.

Pada tahun 2022, jumlah kasus perkara pidana dari 84 perkara. Paling banyak adalah narkotika dengan jumlah 37 perkara. Sedangkan perdata gugatan berjumlah 39 perkara, di antaranya didominasi perceraian, 20 perkara.

Ketua Pengadilan Negeri Magelang Rios Rahmanto mengatakan, jumlah perkara yang ditangani oleh PN Magelang ini di Jawa Tengah merupakan yang paling sedikit. Apalagi Kota Magelang ini hanya tiga kecamatan. “Meskipun sedikit, ternyata kualitas perkaranya juga cukup mengejutkan. Baik dari narkotika yang juga cukup tinggi dan kejahatan terhadap anak juga ada,” jelasnya kepada Radar Magelang.

Ia menjelaskan, tren kasus narkotika juga terus meningkat. Pengguna narkotika tidak hanya dari kalangan berduit. “Sekarang pengangguran pun ada yang pakai,” ungkapnya.

Dari 84 perkara yang masuk ke PN Magelang, sebanyak 71 perkara sudah berkekuatan hukum tetap. Selebihnya masih dalam proses. Rios juga menyampaikan, jumlah perkara di tahun 2022 juga mengalami penurunan dari tahun 2021. Di tahun 2021, jumlah perkara hampir mencapai 89 sampai 90 perkara.

Beberapa kasus lainnya yang masuk ke PN Magelang, yakni penipuan sembilan perkara, pencurian 15, perlindungan anak lima perkara, penggelapan tiga perkara, pemerasan dan pengancaman dua perkara. Kejahatan perjudian dua perkara, penganiayaan satu perkara, kejahatan jabatan satu perkara (menyalahgunakan jabatannya di salah satu toko elektronik untuk memperkaya diri sendiri), dan pemalsuan surat satu perkara.

Dalam membantu proses pengurusan dan pelimpahan berkas persidangan. PN Magelang memiliki aplikasi e-Berpadu. Menurut Rios, dengan e-Berpadu bisa menciptakan efektivitas dan efisiensi pelayanan perkara pidana. (rfk/lis)

RADARMAGELANG.COM,  Magelang – Kasus peredaran dan penyalahgunaan narkotika menempati ranking pertama dalam sidang perkara di Pengadilan Negeri Magelang. Kasus tersebut meningkat dan mendominasi perkara pidana.

Pada tahun 2022, jumlah kasus perkara pidana dari 84 perkara. Paling banyak adalah narkotika dengan jumlah 37 perkara. Sedangkan perdata gugatan berjumlah 39 perkara, di antaranya didominasi perceraian, 20 perkara.

Ketua Pengadilan Negeri Magelang Rios Rahmanto mengatakan, jumlah perkara yang ditangani oleh PN Magelang ini di Jawa Tengah merupakan yang paling sedikit. Apalagi Kota Magelang ini hanya tiga kecamatan. “Meskipun sedikit, ternyata kualitas perkaranya juga cukup mengejutkan. Baik dari narkotika yang juga cukup tinggi dan kejahatan terhadap anak juga ada,” jelasnya kepada Radar Magelang.

Ia menjelaskan, tren kasus narkotika juga terus meningkat. Pengguna narkotika tidak hanya dari kalangan berduit. “Sekarang pengangguran pun ada yang pakai,” ungkapnya.

Dari 84 perkara yang masuk ke PN Magelang, sebanyak 71 perkara sudah berkekuatan hukum tetap. Selebihnya masih dalam proses. Rios juga menyampaikan, jumlah perkara di tahun 2022 juga mengalami penurunan dari tahun 2021. Di tahun 2021, jumlah perkara hampir mencapai 89 sampai 90 perkara.

Beberapa kasus lainnya yang masuk ke PN Magelang, yakni penipuan sembilan perkara, pencurian 15, perlindungan anak lima perkara, penggelapan tiga perkara, pemerasan dan pengancaman dua perkara. Kejahatan perjudian dua perkara, penganiayaan satu perkara, kejahatan jabatan satu perkara (menyalahgunakan jabatannya di salah satu toko elektronik untuk memperkaya diri sendiri), dan pemalsuan surat satu perkara.

Dalam membantu proses pengurusan dan pelimpahan berkas persidangan. PN Magelang memiliki aplikasi e-Berpadu. Menurut Rios, dengan e-Berpadu bisa menciptakan efektivitas dan efisiensi pelayanan perkara pidana. (rfk/lis)

Artikel Terkait

POPULER

TERBARU

Enable Notifications OK No thanks